16.1.15

Sekeping biskuit dan sudut ruangan.



Satu-persatu biskuit itu mulai kulahap. 

Kuambil segelas susu dari lemari es dan ku ambil beberapa keping biskuit dan kuletekan diatas piring. Kubawa sepasang makanan tersebut di sudut favorit rumahku, jendela. Aku sering duduk di sudut tersebut sambil memandang keluar jendela. Walau kadang yang aku lihat hanyalah daun yang jatuh di halaman satu persatu atau beberapa kucing kampung yang riwa-riwi mencari makan mungkin.

Mulai kuteguk susu di dalam gelasku sambil melihat ke arah lua jendela. Tak ada yang aku pikirkan sejak seminggu yang lalu. Sudah seminggu pula aku tiap sore hanya duduk di sudut ruangan ini. Mataku tetap tertuju pada pemandangan yang ada di luar jendela, ya walaupun sebenarnya tak ada yang cukup menarik mataku ini. 

Ku ambil sekeping biskuit coklat tersebut. Kulahap kepingan yang terbuat dari tepung, susu, telur, coklat ini perlahan, kurasakan tiap elemen yang ada didalam biskuit ini. Dan mulai kulihat pula sosok yang membuatku selalu berada di sudut ruangan ini.




-------